PT Bio Farma (Persero) adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah. Bio Farma merupakan satu-satunya produsen vaksin dan anti sera bagi manusia yang berkualitas internasional di Indonesia. Produksi vaksin dan anti sera ini diproduksi untuk turut serta mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia dengan kualitas derajat kesehatan yang lebih baik.

Perusahaan ini berdiri dengan nama “Parc Vaccinogene” pada tanggal 6 Agustus 1890 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 14 tahun 1890 yang kemudian diumumkan dalam Lembaran Negara Nomor 163 Tahun 1890. Perusahaan ini pada awalnya, menempati sebuah paviliun di Rumah Sakit Militer Weltevreden, Batavia yang saat ini telah berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto), Jakarta.

Saat ini, Bio Farma menjalankan bisnis perusahaan di dua lokasi yang berbeda, yaitu Jalan Pasteur No. 28 Bandung dengan luas lahan 91.058 m2 untuk fasilitas Produksi, Penelitian & Pengembangan, Pemasaran, serta Administrasi sedangkan lokasi di Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan luas lahan 282.441 m2 untuk pengembangbiakan dan pemeliharaan hewan laboratorium. Untuk mendukung kelancaran operasional, perusahaan memiliki juga Kantor Perwakilan di Gedung Arthaloka Lt. 3, Jalan Jendral Sudirman No. 2, Jakarta.

 

Sambutan Direktur Utama

Bio Farma sedang melakukan “Percepatan Pertumbuhan melalui Inovasi & Teknologi” untuk bersaing secara sehat di pasar nasional menuju pasar global yang memproduksi bermacam jenis vaksin untuk menanggulangi berbagai penyakit menular atau Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Bio Farma sendiri telah mengabdikan diri sejak tahun 1890 untuk membantu seluruh umat manusia dalam mencapai taraf kualitas hidup yang lebih baik khususnya dalam bidang kesehatan. Bio Farma merupakan salah satu dari 30 perusahaanyang telah mendapatkan prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia / pre qualification World Health Organization (WHO) dari total 200 perusahaan produsen vaksin di dunia. Bio Farma meraih prakualifikasi WHO tersebut untuk jenis vaksin yang termasuk dalam Expanded Program on Immunization (EPI). Berbagai vaksin yang telah diproduksi oleh Bio Farma tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan program imunisasi nasional tapi juga telah diekspor ke lebih dari 110 negara di dunia. Bio Farma yang telah berdiri sejak tahun 1890 ini telah menuliskan sejarah panjang dan berharga dalam bidang kesehatan, khususnya produksi vaksin. Keberadaan Bio Farma menjadi aset tak ternilai dan industri strategis yang dimiliki oleh Indonesia dalam rangka mewujudkan taraf kualitas hidup yang lebih baik khususnya dalam bidang kesehatan bagi seluruh umat manusia.

Bio Farma mampu menjadi perusahaan global, karena secara internal memiliki pedoman nilai-nilai budaya perusahaan bagi seluruh karyawan yang mampu mewujudkan percepatan pertumbuhan melalui inovasi dan teknologi. Sehingga, keberhasilan yang kami raih saat ini pun tidak terlepas dari berbagai dukungan yang diberikan oleh seluruh mitra kerja di dalam maupun di luar negeri. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan menjadi prioritas utama kami saat ini. Hal tersebut mendorong kami lebih keras dan cepat untuk berinovasi dalam memproduksi vaksin baru dengan biaya yang rendah, sehingga bisa menghasilkan vaksin dengan harga terjangkau dan berkualitas bagi berbagai lapisan masyarakat. Hal ini yang menjadikan Bio Farma mampu bersaing secara global dengan berlandaskan pada research and development, sehingga perusahaan diharapkan mampu untuk menemukan ,mengembangkan, dan memproduksi berbagai jenis vaksin baru yang sesuai dengan trend penyakit masa depan.

Proses “Percepatan Pertumbuhan melalui Inovasi & Teknologi” ini didukung oleh strategi yang berlandaskan pada tiga pilar, yaitu :

1) Menerapkan strategi efisiensi dan efektivitas dalam pembiayaan dan proses kerja yang mengimplementasikan GCG, cGMP, ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001 secara konsisten dan berkesinambungan;

2) Memperluas pasar dengan melakukan aliansi strategik dalam bidang penelitian dan pengembangan produk, produksi, serta pemasaran dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri; dan

3) Pengembangan sistem informasi dan teknologi yang saling terintegrasi dengan tepat. 

Keberhasilan kami pun tidak dapat terwujud secara nyata tanpa ridho dari Allah SWT, Yang Maha Pemurah lagi Penyayang. Bio Farma menyadari kehadirannya tidak terlepas dari dukungan lingkungan. Untuk itu, segala kegiatan yang kami lakukan tidak berlandaskan profit semata tapi juga berdasarkan konsekuensi sosial serta lingkungan untuk saat ini dan jangka panjang.

 

Drs. Iskandar, Apt., MM.

Direktur Utama